Rasanya,
Nian atis dunia ini..
Kesenjangan nian terasa dalam satu hati..
Perbedaan yang tiada berapa,
Mencongkakkan ribuan jiwa,
Untuk terus bersama..
Hai Engkau yang merasa manusia..!!
Sadarkah,
Tuhan nian tak suka,
Setiap musykil yang engkau cipta..?
Setiap musibah yang engkau tata..?
Pun alam yang telah di_edit tiada tara..?
Manusia..
Mata, ia ada..
Telinga, ia tercipta..
Hati, ia terasa..
Otak, ia bekerja..
Jangan kau bunuh,
Jangan kau sia..
Buat guna tuk indahnya semua..
Solo, 270809
Dedicated to: Everyone in d'World
Aku merintih menatap indahmu..
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Solo, 230809
Dedicated to:_._._
Kau buatku nian merintih..
Seolah izrail tengah menyapa,
Aku pun berjalan tertatih..
Hampiri sebuah pedih,
Tiada berbingkai kasih..
Aku Takut..
Menatapmu kian buatku kacau..
Siap meledak,
Ibarat kata sebuah ranjau..
Seolah Sakau..
Nafas - nafas cinta yang kembali kau lantunkan..
Merambat lirih,
Melalui ritme - ritme kerapuhan..
Maaf,
Aku kosong..
Solo, 230809
Kau buatku nian merintih..
Seolah izrail tengah menyapa,
Aku pun berjalan tertatih..
Hampiri sebuah pedih,
Tiada berbingkai kasih..
Aku Takut..
Menatapmu kian buatku kacau..
Siap meledak,
Ibarat kata sebuah ranjau..
Seolah Sakau..
Nafas - nafas cinta yang kembali kau lantunkan..
Merambat lirih,
Melalui ritme - ritme kerapuhan..
Maaf,
Aku kosong..
Solo, 230809
Kata Kawan,
Aku di persimpangan yang membelalakkan..
Berjalan tak tentu,
Memahami roman kehidupan..
Terus merangkak,
Mencari yang memastikan..
Kata Kawan,
Harusnya aku yang memastikan..
Bukan menunggu,
Tapi terus mengalunkan..
Karena tiap molekul "itu",
menanti untuk diatomkan..
Kata Kawan,
Hanya satu yang diatomkan
Direaksikan,
Hingga tercipta suatu unsur keselarasan..
Tiada saja hati,
Tapi jua pengharapan,
Dan sistem kerja pikiran..
Tapi Kata Kawan..
Sistem itu akan tersusun perlahan..
Membentuk keindahan sebuah roman,
Kasih dan keabadian,
Puja dan keseimbangan..
Pada Masanya..
Pada Mestiunya..
Solo, 240809
Aku di persimpangan yang membelalakkan..
Berjalan tak tentu,
Memahami roman kehidupan..
Terus merangkak,
Mencari yang memastikan..
Kata Kawan,
Harusnya aku yang memastikan..
Bukan menunggu,
Tapi terus mengalunkan..
Karena tiap molekul "itu",
menanti untuk diatomkan..
Kata Kawan,
Hanya satu yang diatomkan
Direaksikan,
Hingga tercipta suatu unsur keselarasan..
Tiada saja hati,
Tapi jua pengharapan,
Dan sistem kerja pikiran..
Tapi Kata Kawan..
Sistem itu akan tersusun perlahan..
Membentuk keindahan sebuah roman,
Kasih dan keabadian,
Puja dan keseimbangan..
Pada Masanya..
Pada Mestiunya..
Solo, 240809
Hh...
entah mengapa air mata ini menjadi begitu congkak menjatuhkan dirinya...
rasa-rasanya, dahulu tak begini adanya...
sakit dan rindu yang tak seberapa,
buatnya lebih ramah nan biasa...
tapi kini,
kala duka, lara, pedih berbaur membentuk unsur yang sama...
ia malah kian sombong dan jual harga...
tanya berputar - putar di sadarku...
mungkinkah karena "dia" terlalu berharga..?
bahkan sebelum lepas, rasanya jarak nian lebar saja...
Tuhan...
Rasa ini nian menyiksa...
sakit, namun tak kunjung temukan obatnya...
karena nyatanya "si obat" ada nun jauh di sana...
My Heaven...
Solo, 260809
entah mengapa air mata ini menjadi begitu congkak menjatuhkan dirinya...
rasa-rasanya, dahulu tak begini adanya...
sakit dan rindu yang tak seberapa,
buatnya lebih ramah nan biasa...
tapi kini,
kala duka, lara, pedih berbaur membentuk unsur yang sama...
ia malah kian sombong dan jual harga...
tanya berputar - putar di sadarku...
mungkinkah karena "dia" terlalu berharga..?
bahkan sebelum lepas, rasanya jarak nian lebar saja...
Tuhan...
Rasa ini nian menyiksa...
sakit, namun tak kunjung temukan obatnya...
karena nyatanya "si obat" ada nun jauh di sana...
My Heaven...
Solo, 260809
Sungguh...
Kau kan buatku begitu 'illat jika kau pergi nanti...
Aku tak hidup,,
Namun jua tak mati...
Aku bak majghul
yang tiada padanya fa'il...
dan amr yang tak didampingi ma'mur bih...
Aku hampa...
Kosong tanpa makna..
Taukah kasih..?
mudhori' tak kan pernah ada sebelum madhi...
maf'ul tak akan bereaksi tanpa fi'il...
Kinilah aku,
yang nian hampa tanpa i'robmu...
Aku masih nakiroh...
Aku butuh al_mu untuk mema'rifatkan aku...
Pun aku ingin shifat darimu
Agar nian aku paham
tentang segala hal hidupku...
Solo, 270809
Kau kan buatku begitu 'illat jika kau pergi nanti...
Aku tak hidup,,
Namun jua tak mati...
Aku bak majghul
yang tiada padanya fa'il...
dan amr yang tak didampingi ma'mur bih...
Aku hampa...
Kosong tanpa makna..
Taukah kasih..?
mudhori' tak kan pernah ada sebelum madhi...
maf'ul tak akan bereaksi tanpa fi'il...
Kinilah aku,
yang nian hampa tanpa i'robmu...
Aku masih nakiroh...
Aku butuh al_mu untuk mema'rifatkan aku...
Pun aku ingin shifat darimu
Agar nian aku paham
tentang segala hal hidupku...
Solo, 270809
mengapa kau nian jauh..?
mengapa kau kian kan menjauh..?
mengapa lebih jauh..?
mengapa harus jauh..?
mengapa kau pergi nanti..?
mengapa negeri sebrang..?
mengapa negara orang..?
mengapa lain benua..?
mengapa tak nian dekat..?
mengapa tak buat kian bersua..?
mengapa tak acap bercakap..?
mengapa tak "bergandeng"..?
ini..
dia tanyaku kasih..
misteri hatiku kini..
yang buat rasa nian tak pasti..
semakin kasih semakin sayang..
semakin eman..
semakin berat tuk lepaskan...
Solo, 250809, my "hikz" midnight
mengapa kau kian kan menjauh..?
mengapa lebih jauh..?
mengapa harus jauh..?
mengapa kau pergi nanti..?
mengapa negeri sebrang..?
mengapa negara orang..?
mengapa lain benua..?
mengapa tak nian dekat..?
mengapa tak buat kian bersua..?
mengapa tak acap bercakap..?
mengapa tak "bergandeng"..?
ini..
dia tanyaku kasih..
misteri hatiku kini..
yang buat rasa nian tak pasti..
semakin kasih semakin sayang..
semakin eman..
semakin berat tuk lepaskan...
Solo, 250809, my "hikz" midnight
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact