As we know that Indonesia is a rich country. Not only the natural resources, but also from the culture. And each culture has a special characteristic and a uniqueness which is also different between the one and the other.
But nowadays our culture gradually less even lost. Why? Because we are colonized again by foreign country. And they don’t colonize us by the hard work or rodi. But they colonize our culture and our morality. And the biggest negative impact of this colonialism is based on the teenager morality.
Imagine guys, since 1969 our teenager has been pushed the drugs and the alcohol in by the foreigner. And since then, many cases happened about abusing the drugs and the alcohol. And until now, many reports from the mass media about thousand even million sacrifices because of the drugs. And how unlucky, many of them are our teenager who are about 16 – 25 years old. They are still in the productive age and they are our country asset in the future.
The foreigner has made our teenager addicted to the drugs. They lead our teenager to the black circle of the drugs and the alcohol. And they made our teenager forgetting their real job; it is for bringing our country to the better. They made our teenager forgetting that Allah said in Al Maida: 90
يأ يها الذين أمنوا أنما الخمر والميسير والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبواه لعلكم تفلخون
In this verse, Allah SWT explain us about how worse the effect of the drugs and the alcohol to our physic and physiology. For example it has been explained in Durratun Nashihin that there was a young man who was very obey to Allah. He never did anything that was forbidden by Allah. He never transgress Allah’s rule. And the devil couldn’t tempt his faith to do the big sin. But finally, he was loosed by the devil. He drank the alcohol, until he was drunk. And after he was drunk, he dishonored a woman, then he killed her, and he robbed her property. How come? It is because of the effect of the alcohol. The young man thought that it doesn’t have the negative impact and if he drinks it, he only does a little sin. He doesn’t know that
كل مسكر خمر , كثيره و قليله حرا م
Much or a view of alcohol and the drugs is forbidden. And both are not rise the criminality case only, but also based on the examination of Prof. Dr. Dadang Hawari on 1990, 96% of misuse of the drugs and the alcohol cause the wane of academic, and 60% impacting the traffic accident. And the worse is it can make us forgetting to remember Allah.
Moreover if the drugs and the alcohol have entered to our body, it can make us addicted. And the case of being addicted, we can do everything although by the shameful to get it. The negative one is bigger to break our body and soul.
So, what must we do to save our teenager from the negative impact of the drugs and the alcohol?
Well, many efforts have been supported to make our teenager can be safe from the drugs.
Firstly, there is some filtration and saving from their parent.
Why must be their parents? It’s because their parents are the nearest ones beside them. And it’s like the Dutch said, “The apple doesn’t fall far away from the tree”. It has meaning the teenager morality is not far from the parent morality.
Secondly, we need the role of the school. Why must be the school? It is because about 8 hours of our teenager daily activity are spent in their school. So, whatever they get from their school take part to build our teenager morality.
Thirdly, we need the support from their environment and their society. It’s like our people said, “If we are near whit the perfume seller we will be perfume smelled. If we are near with the fish seller we will be fish smelled”. So, whoever we associate with, influent how we can be.
Fourthly, we need the role of our government. Why must be the government? It has a great role to take any campaign to fight against the drugs and the alcohol. The socialization is also about how big the negative impact of the drugs and the alcohol. It’s because we can not lie if our teenager is the handle of Indonesian future, the handle of Indonesia progress, and the handle of where this country will be brought to.
شبان اليوم رجال الغد
The government has to do more to filter whatever which can enter to our country. So that we can keep our teenager from the negative impact of the western culture for example drinking the alcohol and consume the drugs.
And the last, the role of our self to keep whatever which can enter to our body and whatever that we consume. We have to get to know that Imam Nawawi Al Bantani said in his Nashaihul ‘Ibad that if some one leaves the crime and keeps eating some agreed food, his heart and mind will be clean and soft. And also stick in your mind to always remember Allah SWT. And always remember that Allah always sees us everywhere and every time. So, do not consume both.
My Beloved Audience,
So, the conclusion is many efforts has been supported to make our teenager can be safe from misuse of the drugs and the alcohol. And the main supporter is our teenager self to always remember Allah SWT and their real job to pray to Allah SWT. And for all of you Guys, stick in your mind that
حياة الفتى والله با لعلم والتقى
Our life is not only for happiness, having fun, with consuming the drugs and the alcohol that some people said that it can make us feel enjoy and feel fly on the sky. Not! But our real purpose to live in this world is only for our God Allah SWT. Not for drugs. Not for alcohol.
Monday, March 14, 2011
speech text -kemnas malang 2009-
0
celoteh
The Negative Impact of Misuse of The Drugs
Sannah helwah yaa jamil..
sannah helwah yaa jamil..
sannah helwah yaa Zen..
sannah helwah yaa jamil..
hhehe.. itu lsgu biasa dinyanyiin tiap ada yang ulang tahun di asramaku dulu (MAPK Solo).
ini hari, khusus aku nyanyikan untuk adekku "sing puuuualliiing ganteng dewe" (karna memang dekku ya cuma kui tok ding :D)
*tarraaaaadd* MUHAMMAD ZAINAL MUTTAQIN
hari ini genap berusia 15 tahun.
(hluh Zen, gak krasa to, ujug2 uis 15 taun kau hirup udara dunia)
harapan saya, semoga Zen semakin dewasa. mampu mewujudkan setiap yang dia cita-citakan, dan bisa membuat bapak ibu bangga dengan jalannya sendiri.
muga tetep istiqomah, disiplin belajar dan "nyantri" di pondok, dan tetep rendah hati.
amiiiinnn :D
sannah helwah yaa jamil..
sannah helwah yaa Zen..
sannah helwah yaa jamil..
hhehe.. itu lsgu biasa dinyanyiin tiap ada yang ulang tahun di asramaku dulu (MAPK Solo).
ini hari, khusus aku nyanyikan untuk adekku "sing puuuualliiing ganteng dewe" (karna memang dekku ya cuma kui tok ding :D)
*tarraaaaadd* MUHAMMAD ZAINAL MUTTAQIN
hari ini genap berusia 15 tahun.
(hluh Zen, gak krasa to, ujug2 uis 15 taun kau hirup udara dunia)
harapan saya, semoga Zen semakin dewasa. mampu mewujudkan setiap yang dia cita-citakan, dan bisa membuat bapak ibu bangga dengan jalannya sendiri.
muga tetep istiqomah, disiplin belajar dan "nyantri" di pondok, dan tetep rendah hati.
amiiiinnn :D
kau..
terlalu indah untuk ku lukiskan..
terlalu terang untuk ku sinari..
terlalu merdu untuk ku nyanyikan..
terlalu mahal untuk ku hargai..
kau..
sajakku saat ku sendiri..
laguku saat ku sepi..
obatku saat ku sakit..
atapku saat ku berlindung
dari setiap hujan dan terik..
sungguh benar sungguh..
ingin ku tuk abdikan..
setiap nafas yang ku hembuskan
untuk mu satu..
untuk mu ibu..
sungguh benar sungguh..
ingin ku habiskan..
setiap hari setiap waktu
bersamamu satu..
bersamamu ibu..
karena nyatanya..
hanya dirimu yang mampu tenangkan aku..
di setiap galauku..
si detiap resahku..
karena nyatanya..
hanya dirimu yang mampu obati aku..
di setiap laraku..
di setiap lukaku..
(nb: saya buat ini puisi karna ada tmen Aliyah saya *isa* yang katanya mau dipake buat lyric lagu dia.. hhaha.. aug ahh ellapp :p
terlalu indah untuk ku lukiskan..
terlalu terang untuk ku sinari..
terlalu merdu untuk ku nyanyikan..
terlalu mahal untuk ku hargai..
kau..
sajakku saat ku sendiri..
laguku saat ku sepi..
obatku saat ku sakit..
atapku saat ku berlindung
dari setiap hujan dan terik..
sungguh benar sungguh..
ingin ku tuk abdikan..
setiap nafas yang ku hembuskan
untuk mu satu..
untuk mu ibu..
sungguh benar sungguh..
ingin ku habiskan..
setiap hari setiap waktu
bersamamu satu..
bersamamu ibu..
karena nyatanya..
hanya dirimu yang mampu tenangkan aku..
di setiap galauku..
si detiap resahku..
karena nyatanya..
hanya dirimu yang mampu obati aku..
di setiap laraku..
di setiap lukaku..
(nb: saya buat ini puisi karna ada tmen Aliyah saya *isa* yang katanya mau dipake buat lyric lagu dia.. hhaha.. aug ahh ellapp :p
Mengapa dirimu..?
Yang biasa tebarkan sejuta padaku,
sirna masa itu..
Ada apa dirimu..?
Biasa apa adanya,
musnah tanpa sisa..
Apa karena hari itu..?
Saat kubuka tabir hati,
yang kini bertahta mesra dalam jiwa..
Mengapa karena hari itu..?
Saat kau ucap kata "siapa",
ku ungkap semua tentang "ia",
kau masih tetap sama..
Nian..
Aku tak ingin hancur semua..
Aku ingin bak kalanya..
Aku harap misal mulanya..
Solo, 030909
Dedicated to:_._._._._
Yang biasa tebarkan sejuta padaku,
sirna masa itu..
Ada apa dirimu..?
Biasa apa adanya,
musnah tanpa sisa..
Apa karena hari itu..?
Saat kubuka tabir hati,
yang kini bertahta mesra dalam jiwa..
Mengapa karena hari itu..?
Saat kau ucap kata "siapa",
ku ungkap semua tentang "ia",
kau masih tetap sama..
Nian..
Aku tak ingin hancur semua..
Aku ingin bak kalanya..
Aku harap misal mulanya..
Solo, 030909
Dedicated to:_._._._._
Asa rasanya nian tiada..
Harap apa adanya hampir sirna..
Memandang lantunan dentum lemah,
yang tergetar dari irama sebuah lara..
Rasa nian tak tega..
Sungguh inginnya tuk berdua..
Namun iba tiada terkira..
Tak kuasa pun turut rana..
Untuk kawan di sana...
Tiada lewat " ucap sesaji" pada
Sang Pemilik raga tiap nyawa..
Nian hari tiada tara..
Pengharapan tiap do'a,
agar kiranya ketenangan nian tercipta..
Bagi kami,
dan Kawan di sana...
Solo, 290809
Dedicated to: Him
Harap apa adanya hampir sirna..
Memandang lantunan dentum lemah,
yang tergetar dari irama sebuah lara..
Rasa nian tak tega..
Sungguh inginnya tuk berdua..
Namun iba tiada terkira..
Tak kuasa pun turut rana..
Untuk kawan di sana...
Tiada lewat " ucap sesaji" pada
Sang Pemilik raga tiap nyawa..
Nian hari tiada tara..
Pengharapan tiap do'a,
agar kiranya ketenangan nian tercipta..
Bagi kami,
dan Kawan di sana...
Solo, 290809
Dedicated to: Him
Rasanya,
Nian atis dunia ini..
Kesenjangan nian terasa dalam satu hati..
Perbedaan yang tiada berapa,
Mencongkakkan ribuan jiwa,
Untuk terus bersama..
Hai Engkau yang merasa manusia..!!
Sadarkah,
Tuhan nian tak suka,
Setiap musykil yang engkau cipta..?
Setiap musibah yang engkau tata..?
Pun alam yang telah di_edit tiada tara..?
Manusia..
Mata, ia ada..
Telinga, ia tercipta..
Hati, ia terasa..
Otak, ia bekerja..
Jangan kau bunuh,
Jangan kau sia..
Buat guna tuk indahnya semua..
Solo, 270809
Dedicated to: Everyone in d'World
Nian atis dunia ini..
Kesenjangan nian terasa dalam satu hati..
Perbedaan yang tiada berapa,
Mencongkakkan ribuan jiwa,
Untuk terus bersama..
Hai Engkau yang merasa manusia..!!
Sadarkah,
Tuhan nian tak suka,
Setiap musykil yang engkau cipta..?
Setiap musibah yang engkau tata..?
Pun alam yang telah di_edit tiada tara..?
Manusia..
Mata, ia ada..
Telinga, ia tercipta..
Hati, ia terasa..
Otak, ia bekerja..
Jangan kau bunuh,
Jangan kau sia..
Buat guna tuk indahnya semua..
Solo, 270809
Dedicated to: Everyone in d'World
Aku merintih menatap indahmu..
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Solo, 230809
Dedicated to:_._._
Kau buatku nian merintih..
Seolah izrail tengah menyapa,
Aku pun berjalan tertatih..
Hampiri sebuah pedih,
Tiada berbingkai kasih..
Aku Takut..
Menatapmu kian buatku kacau..
Siap meledak,
Ibarat kata sebuah ranjau..
Seolah Sakau..
Nafas - nafas cinta yang kembali kau lantunkan..
Merambat lirih,
Melalui ritme - ritme kerapuhan..
Maaf,
Aku kosong..
Solo, 230809
Kau buatku nian merintih..
Seolah izrail tengah menyapa,
Aku pun berjalan tertatih..
Hampiri sebuah pedih,
Tiada berbingkai kasih..
Aku Takut..
Menatapmu kian buatku kacau..
Siap meledak,
Ibarat kata sebuah ranjau..
Seolah Sakau..
Nafas - nafas cinta yang kembali kau lantunkan..
Merambat lirih,
Melalui ritme - ritme kerapuhan..
Maaf,
Aku kosong..
Solo, 230809
Kata Kawan,
Aku di persimpangan yang membelalakkan..
Berjalan tak tentu,
Memahami roman kehidupan..
Terus merangkak,
Mencari yang memastikan..
Kata Kawan,
Harusnya aku yang memastikan..
Bukan menunggu,
Tapi terus mengalunkan..
Karena tiap molekul "itu",
menanti untuk diatomkan..
Kata Kawan,
Hanya satu yang diatomkan
Direaksikan,
Hingga tercipta suatu unsur keselarasan..
Tiada saja hati,
Tapi jua pengharapan,
Dan sistem kerja pikiran..
Tapi Kata Kawan..
Sistem itu akan tersusun perlahan..
Membentuk keindahan sebuah roman,
Kasih dan keabadian,
Puja dan keseimbangan..
Pada Masanya..
Pada Mestiunya..
Solo, 240809
Aku di persimpangan yang membelalakkan..
Berjalan tak tentu,
Memahami roman kehidupan..
Terus merangkak,
Mencari yang memastikan..
Kata Kawan,
Harusnya aku yang memastikan..
Bukan menunggu,
Tapi terus mengalunkan..
Karena tiap molekul "itu",
menanti untuk diatomkan..
Kata Kawan,
Hanya satu yang diatomkan
Direaksikan,
Hingga tercipta suatu unsur keselarasan..
Tiada saja hati,
Tapi jua pengharapan,
Dan sistem kerja pikiran..
Tapi Kata Kawan..
Sistem itu akan tersusun perlahan..
Membentuk keindahan sebuah roman,
Kasih dan keabadian,
Puja dan keseimbangan..
Pada Masanya..
Pada Mestiunya..
Solo, 240809
Hh...
entah mengapa air mata ini menjadi begitu congkak menjatuhkan dirinya...
rasa-rasanya, dahulu tak begini adanya...
sakit dan rindu yang tak seberapa,
buatnya lebih ramah nan biasa...
tapi kini,
kala duka, lara, pedih berbaur membentuk unsur yang sama...
ia malah kian sombong dan jual harga...
tanya berputar - putar di sadarku...
mungkinkah karena "dia" terlalu berharga..?
bahkan sebelum lepas, rasanya jarak nian lebar saja...
Tuhan...
Rasa ini nian menyiksa...
sakit, namun tak kunjung temukan obatnya...
karena nyatanya "si obat" ada nun jauh di sana...
My Heaven...
Solo, 260809
entah mengapa air mata ini menjadi begitu congkak menjatuhkan dirinya...
rasa-rasanya, dahulu tak begini adanya...
sakit dan rindu yang tak seberapa,
buatnya lebih ramah nan biasa...
tapi kini,
kala duka, lara, pedih berbaur membentuk unsur yang sama...
ia malah kian sombong dan jual harga...
tanya berputar - putar di sadarku...
mungkinkah karena "dia" terlalu berharga..?
bahkan sebelum lepas, rasanya jarak nian lebar saja...
Tuhan...
Rasa ini nian menyiksa...
sakit, namun tak kunjung temukan obatnya...
karena nyatanya "si obat" ada nun jauh di sana...
My Heaven...
Solo, 260809
Sungguh...
Kau kan buatku begitu 'illat jika kau pergi nanti...
Aku tak hidup,,
Namun jua tak mati...
Aku bak majghul
yang tiada padanya fa'il...
dan amr yang tak didampingi ma'mur bih...
Aku hampa...
Kosong tanpa makna..
Taukah kasih..?
mudhori' tak kan pernah ada sebelum madhi...
maf'ul tak akan bereaksi tanpa fi'il...
Kinilah aku,
yang nian hampa tanpa i'robmu...
Aku masih nakiroh...
Aku butuh al_mu untuk mema'rifatkan aku...
Pun aku ingin shifat darimu
Agar nian aku paham
tentang segala hal hidupku...
Solo, 270809
Kau kan buatku begitu 'illat jika kau pergi nanti...
Aku tak hidup,,
Namun jua tak mati...
Aku bak majghul
yang tiada padanya fa'il...
dan amr yang tak didampingi ma'mur bih...
Aku hampa...
Kosong tanpa makna..
Taukah kasih..?
mudhori' tak kan pernah ada sebelum madhi...
maf'ul tak akan bereaksi tanpa fi'il...
Kinilah aku,
yang nian hampa tanpa i'robmu...
Aku masih nakiroh...
Aku butuh al_mu untuk mema'rifatkan aku...
Pun aku ingin shifat darimu
Agar nian aku paham
tentang segala hal hidupku...
Solo, 270809
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact