Aku merintih menatap indahmu..
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Alunan derap aliran darah,
Kian paksaku berjalan maju..
Jantung yang memetikkan dentuman - dentuman ketakutan,
Menghiasi nada perih perasaan..
Merambat pelan,
Menyusupi tiap pori kehampaan...
Aku merasa "hina"..
Dihadapku aku begitu tiada..
Penuh noktah para pendosa cinta,
Dibalut segenggap nista nestapa..
Wajah congkakku nian tersungkur karenamu..
Yang ajari aku menyanding imanku,
Menunduk pada Pemilik Waktu..
Dirimu lah penjawab "sakit"ku..
Penuntun, penderma atas baikmu,
Yang sujudkan aku pada sebuah kerapuhan,
Beruntun manisnya akhiran...
Solo, 230809


0 celoteh:
Post a Comment